Cara Membuat Press Release Kerja Sama & Kemitraan
Rilis kemitraan yang baik tidak berhenti di foto jabat tangan: ia menjelaskan apa yang berubah untuk pelanggan dan publik. Panduan ini membahas siapa yang mengeluarkan rilis, kutipan dua pihak, angka target bersama, plus contoh siap-tiru untuk rilis dua organisasi.

Banyak rilis kemitraan macet di seremoni: foto jabat tangan, daftar pejabat yang hadir, dan kalimat "sinergi strategis" yang tidak menjelaskan apa pun. Padahal jurnalis dan pembaca hanya peduli satu hal: apa yang berubah untuk mereka setelah dua organisasi ini bekerja sama. Panduan ini fokus pada kekhususan rilis kemitraan; untuk struktur dasarnya, baca dulu panduan cara membuat press release.
Elemen wajib press release kerja sama
Selain struktur standar, press release kemitraan punya beberapa bagian khusus:
- Judul. Sebutkan kedua nama organisasi + manfaat konkret bagi pihak ketiga. Hindari pola "A dan B Tandatangani MoU" yang tidak menjelaskan dampak apa pun.
- Dateline. Kota dan tanggal rilis dikeluarkan, misalnya "JAKARTA, 19 Juli 2026 ·".
- Lead kemitraan. Siapa bermitra dengan siapa, bentuk kerja samanya apa, dan siapa yang diuntungkan, dalam 2 sampai 3 kalimat. Dampak ke pelanggan atau publik ada di kalimat pertama, bukan di paragraf terakhir.
- Bentuk kerja sama dan pembagian peran. Jelaskan konkret siapa mengerjakan apa: produk bersama, integrasi layanan, atau program. Kalimat "sepakat bersinergi" bukan bentuk kerja sama.
- Angka target bersama. Target terukur yang disepakati kedua pihak, lengkap dengan tenggat: jumlah penerima manfaat, cakupan wilayah, atau volume tertentu.
- Kutipan dua pihak. Masing-masing satu kutipan dengan sudut bicara berbeda, bukan dua kalimat yang saling memuji dan bisa ditukar posisinya.
- Boilerplate ganda + kontak media. Paragraf "Tentang" untuk tiap organisasi, masing-masing 2-3 kalimat, plus kontak media. Kontak boleh dari kedua pihak, tapi tunjuk satu koordinator.
Enam langkah membuatnya
1. Sepakati siapa yang mengeluarkan rilis
Tentukan sejak awal: satu naskah bersama dengan satu pihak sebagai koordinator penulisan dan distribusi, lalu kedua pihak menerbitkan naskah yang sama di kanal masing-masing. Dua rilis dengan klaim berbeda membingungkan redaksi dan melemahkan keduanya.
2. Geser sudut pandang dari seremoni ke manfaat pihak ketiga
Uji dengan satu pertanyaan: kalau saya pelanggan atau warga biasa, apa untungnya buat saya? Kalau jawabannya belum ada, tunda rilis sampai ada program konkret yang bisa diceritakan. Foto jabat tangan bukan berita.
3. Tulis lead yang menyebut kedua nama dan dampaknya
Kalimat pertama menjawab: siapa bermitra dengan siapa, untuk apa, dan siapa yang diuntungkan. Detail seremonial seperti penandatanganan cukup satu kalimat di bagian bawah, bukan pembuka.
4. Cantumkan bentuk kerja sama dan angka target bersama
Jabarkan pembagian peran secara konkret, lalu pasang target terukur yang disepakati dua pihak beserta tenggatnya. Angka bersama membuat rilis bisa ditindaklanjuti media di kemudian hari: tercapai atau tidak.
5. Minta kutipan dari dua pihak dengan sudut berbeda
Satu kutipan per organisasi: pihak pertama bicara alasan memilih mitra atau masalah yang diselesaikan, pihak kedua bicara dampak bagi kelompok yang dilayaninya. Hindari dua kutipan kembar yang sama-sama "menyambut baik kerja sama ini".
6. Sinkronkan persetujuan dan waktu terbit
Kedua pihak menyetujui naskah final secara tertulis, termasuk kutipan dan angka target. Sepakati tanggal dan jam terbit yang sama supaya tidak ada pihak yang didahului pemberitaan sepihak.
Contoh (ilustrasi)
Berikut contoh press release kemitraan dua organisasi. "Kopi Nusantara" dan "Tani Pintar" fiktif, termasuk seluruh nama tokoh di dalamnya, dipakai untuk ilustrasi. Butuh contoh jenis lain? Lihat kumpulan contoh press release.
UNTUK DISIARKAN SEGERA Kopi Nusantara dan Tani Pintar Bermitra, Targetkan 500 Petani Kopi Terhubung Langsung ke Pembeli pada 2027 Kemitraan memangkas rantai perantara, kontrak harga disepakati sejak awal musim JAKARTA, 19 Juli 2026 · Jaringan kedai Kopi Nusantara dan platform pertanian digital Tani Pintar hari ini mengumumkan kemitraan pengadaan kopi langsung dari petani. Melalui kerja sama ini, kedua pihak menargetkan 500 petani kopi di 5 provinsi terhubung langsung ke pembeli hingga akhir 2027. Dalam skema ini, Tani Pintar mendata dan mendampingi kelompok tani, sementara Kopi Nusantara membeli hasil panen dengan kontrak harga yang disepakati di awal musim. Bagi pelanggan kedai, kemitraan ini menghadirkan lini kopi single origin baru mulai September 2026. "Selama ini kami membeli lewat beberapa lapis perantara. Lewat Tani Pintar, kami tahu persis kebun asal kopi yang kami sajikan," kata Andi Wijaya, Direktur Kopi Nusantara. "Bagi petani, kepastian pembeli sebelum musim panen jauh lebih berharga daripada harga tinggi yang tidak pasti," kata Ratna Sari, CEO Tani Pintar. Tahap pertama dimulai Agustus 2026 di dua provinsi, melibatkan 120 petani yang sudah terdata di platform Tani Pintar. Tentang Kopi Nusantara Kopi Nusantara adalah jaringan kedai kopi yang berdiri pada 2021 dan berfokus pada kopi hasil petani lokal. Tentang Tani Pintar Tani Pintar adalah platform digital yang membantu kelompok tani mengelola data panen dan terhubung ke pembeli. Kontak Media: Dina Puspita · Humas Kopi Nusantara [email protected] · 0812-1111-2222 Bagas Saputra · Komunikasi Tani Pintar [email protected] · 0813-5555-6666 ###
Kesalahan umum
- Menjadikan seremoni sebagai berita. Foto jabat tangan, daftar pejabat yang hadir, dan detail acara penandatanganan bukan alasan liputan. Yang layak berita adalah dampak kerja samanya.
- Tidak jelas apa yang berubah. Rilis berhenti di "kedua pihak sepakat bekerja sama" tanpa produk, program, atau layanan yang bisa dirasakan pelanggan maupun publik.
- Kutipan kembar. Dua kutipan yang isinya saling memuji dan bisa ditukar posisinya tanpa ada yang berubah. Beri tiap pihak sudut bicara yang berbeda.
- Tanpa angka target. "Meningkatkan kesejahteraan petani" tanpa ukuran tidak bisa diverifikasi dan tidak memberi media alasan untuk menindaklanjuti.
- Dua versi rilis yang berbeda. Masing-masing pihak menulis sendiri dengan penekanan dan klaim berbeda. Redaksi yang menerima keduanya jadi ragu mana yang akurat.
- Jargon internal memenuhi paragraf. "Sinergi", "kolaborasi strategis", dan "penguatan ekosistem" terdengar besar tapi kosong. Ganti dengan apa yang benar-benar dikerjakan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa yang sebaiknya mengeluarkan press release kerja sama?
Idealnya satu naskah bersama. Praktik yang umum: satu pihak menjadi koordinator penulisan dan distribusi, lalu kedua pihak menerbitkan naskah yang sama di kanal masing-masing pada waktu bersamaan. Kontak media boleh dicantumkan dari kedua pihak, tapi tunjuk satu koordinator untuk pertanyaan redaksi.
Apakah penandatanganan MoU layak dijadikan press release?
Penandatanganannya sendiri jarang menarik bagi media. Rilis layak dikirim bila Anda bisa menjelaskan program konkret yang menyusul dan target terukurnya. Kalau kerja sama masih sebatas niat, pertimbangkan menunda rilis sampai tahap pertama berjalan dan ada angka yang bisa diceritakan.
Apakah kutipan harus dari kedua pihak?
Sangat disarankan: masing-masing satu kutipan dengan sudut bicara berbeda. Kalau terpaksa hanya satu, pilih pihak yang paling dekat dengan manfaat untuk publik, karena kutipan itulah yang paling mungkin dikutip media.
Berapa panjang ideal press release kemitraan?
Sama dengan rilis pada umumnya: sekitar 400 sampai 600 kata atau satu halaman. Dua boilerplate boleh dicantumkan, tapi jaga masing-masing tetap 2-3 kalimat agar rilis tidak memanjang karena bagian "Tentang".
Bagaimana kalau kemitraan melibatkan lebih dari dua organisasi?
Prinsipnya sama: satu naskah, satu koordinator, satu angka target bersama. Kutipan cukup dari dua sampai tiga pihak yang paling relevan; organisasi lain cukup disebut di badan rilis agar naskah tetap ringkas.
Kemitraan Anda siap diumumkan?
Distribusikan rilis kerja sama Anda lewat Pusat Rilis: tayang permanen ber-SEO dan berpotensi diliput media partner. Bayar hanya setelah naskah disetujui.