PUSATRILIS
Menu
Panduan

Cara Membuat Press Release yang Benar

Press release (atau siaran pers) yang baik bukan iklan yang dipanjangkan · ia ditulis seperti berita: ringkas, faktual, dan langsung ke inti. Panduan ini membedah strukturnya, tujuh langkah penulisan, template siap pakai, contoh, serta kesalahan yang paling sering membuat rilis diabaikan redaksi.

Oleh Redaksi Pusat RilisDiperbarui 5 Juni 2026≈ 9 menit baca

Setiap hari redaksi menerima puluhan rilis, dan sebagian besar berakhir diabaikan dalam sepuluh detik. Bukan karena beritanya buruk, melainkan karena cara menulisnya membuat redaktur sulit menemukan inti. Kabar baiknya: membuat press release yang layak dimuat bukan soal bakat menulis, melainkan soal mengikuti struktur yang sudah terbukti.

Apa itu press release?

Press release · dalam bahasa Indonesia disebut siaran pers · adalah pengumuman resmi tertulis yang dikirim perusahaan atau organisasi kepada media untuk memberitakan sesuatu yang dianggap layak berita: peluncuran produk, pendanaan, kerja sama, ekspansi, hasil riset, atau pencapaian penting. Pelajari pengertian, fungsi, dan jenisnya selengkapnya.

Kuncinya satu istilah: news angle. Sebelum menulis, jawab pertanyaan jujur ini · “kenapa orang di luar perusahaan saya harus peduli?” Kalau jawabannya hanya “karena ini produk kami”, yang Anda tulis adalah materi iklan, bukan press release. News angle adalah pembeda antara rilis yang diliput dan rilis yang diabaikan.

Momen yang biasanya layak menjadi press release:

  • Peluncuran produk, layanan, atau fitur baru
  • Pendanaan, investasi, atau akuisisi
  • Kerja sama atau kemitraan strategis
  • Ekspansi: cabang, pasar, atau negara baru
  • Pencapaian dengan data · jumlah pengguna, omzet, atau ulang tahun beserta angka
  • Hasil riset, survei, atau laporan industri
  • Penghargaan atau sertifikasi resmi
  • Perubahan kepemimpinan atau struktur penting
  • Tanggapan resmi atas isu publik yang relevan

Anatomi press release

Hampir semua press release yang baik memiliki bagian-bagian standar berikut. Mengikutinya membuat naskah Anda terasa familier bagi redaktur · dan jauh lebih mudah diproses.

  1. Judul (headline). Ringkas, spesifik, idealnya memuat hasil atau angka. Maksimal sekitar 12 kata. Inilah yang menentukan rilis Anda dibuka atau diabaikan.
  2. Subjudul (opsional). Satu kalimat yang memperjelas atau melengkapi judul tanpa mengulangnya.
  3. Dateline. Kota dan tanggal di awal paragraf pembuka, misalnya “JAKARTA, 5 Juni 2026 ·”. Menandai dari mana dan kapan rilis berasal.
  4. Lead (paragraf pembuka). Rangkuman 5W1H dalam dua sampai tiga kalimat. Bagian terpenting dari seluruh naskah.
  5. Tubuh. Detail pendukung, konteks, dan data, disusun dengan pola piramida terbalik.
  6. Kutipan. Satu sampai dua kutipan narasumber yang memberi sudut pandang manusiawi, bukan slogan.
  7. Boilerplate. Paragraf “Tentang [Perusahaan]” · deskripsi singkat dan tetap yang dipakai di setiap rilis.
  8. Kontak media. Nama, jabatan, email, dan telepon. Memudahkan jurnalis menghubungi balik untuk follow-up.
  9. Penanda akhir. Tanda “###” di bawah naskah · konvensi yang menandakan rilis sudah berakhir.

Tujuh langkah membuat press release

Ikuti urutan ini dari nol sampai naskah siap dikirim.

1. Pastikan ada news angle

Tentukan dulu alasan publik untuk peduli: ada yang baru, berdampak, atau pertama. Kalau intinya hanya “produk kami bagus”, itu iklan, bukan press release. News angle yang kuat adalah fondasi seluruh naskah.

2. Tulis lead yang merangkum 5W1H

Paragraf pertama harus menjawab apa, siapa, kapan, di mana, dan kenapa penting dalam dua sampai tiga kalimat. Jurnalis memutuskan lanjut atau berhenti dari lead, jadi letakkan informasi paling penting di kalimat pertama.

3. Susun dengan piramida terbalik

Urutkan dari yang paling penting ke yang paling rinci. Redaksi sering memotong naskah dari bawah, jadi jangan menyimpan inti di akhir. Setiap paragraf turun satu tingkat kedalaman.

4. Sertakan kutipan yang manusiawi

Tambahkan satu sampai dua kutipan dari narasumber yang menjelaskan makna atau motivasi, bukan jargon. Hindari “kami sangat senang dan bangga”. Kutipan yang baik memberi sudut pandang yang tidak bisa ditulis sebagai fakta datar.

5. Dukung dengan data dan bukti

Ganti kata sifat dengan angka: bukan “tumbuh pesat”, tetapi “naik 40% dalam enam bulan”. Data membuat klaim kredibel dan layak dikutip. Sebutkan sumber bila relevan.

6. Lengkapi boilerplate dan kontak media

Tutup dengan paragraf “Tentang [Perusahaan]” yang ringkas, lalu blok kontak media yang bisa dihubungi. Jurnalis sering follow-up, jadi pastikan nama, email, dan telepon jelas.

7. Sunting tanpa ampun

Pangkas jargon, kalimat berputar, dan superlatif tanpa bukti. Target 400–800 kata untuk satu topik. Baca ulang seolah Anda redaktur yang sibuk: apakah sepuluh detik pertama membuat Anda ingin lanjut?

Template press release siap pakai

Salin kerangka di bawah ini, ganti teks dalam tanda kurung siku dengan informasi Anda, lalu hapus tanda kurungnya.

UNTUK DISIARKAN SEGERA
(atau: EMBARGO HINGGA [tanggal, jam])

[JUDUL · ringkas, memuat hasil/angka, maksimal ~12 kata]
[Subjudul opsional · satu kalimat yang memperjelas judul]

[KOTA, Tanggal] · [Paragraf pembuka: rangkum APA, SIAPA, KAPAN, DI MANA,
dan KENAPA penting dalam 2–3 kalimat. Letakkan yang terpenting di depan.]

[Paragraf konteks: latar belakang, detail, dan data pendukung. Ganti kata
sifat dengan angka · "naik 40% dalam 6 bulan", bukan "tumbuh pesat".]

"[Kutipan narasumber: 1–2 kalimat tentang makna atau motivasi, bukan
slogan pemasaran]," kata [Nama], [Jabatan] di [Perusahaan].

[Paragraf penutup: langkah selanjutnya, ketersediaan, harga, tanggal, atau
tautan untuk informasi lebih lanjut.]

Tentang [Nama Perusahaan]
[Boilerplate: 2–4 kalimat · bidang usaha, tahun berdiri, cakupan, dan hal
yang membedakan perusahaan. Teks ini sama untuk setiap rilis.]

Kontak Media:
[Nama Lengkap] · [Jabatan]
[email] · [telepon/WhatsApp]
[situs web]

###

Contoh press release (ilustrasi)

Berikut contoh penerapan template di atas. “Kopi Nusantara” adalah perusahaan fiktif · dipakai semata untuk ilustrasi, bukan rilis nyata. Butuh lebih banyak? Lihat contoh press release untuk berbagai jenis.

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Kopi Nusantara Buka 10 Gerai Baru, Serap 120 Barista Lokal
Ekspansi ke lima kota dan menambah pasokan dari petani mitra

BANDUNG, 5 Juni 2026 · Kopi Nusantara, jaringan kedai kopi lokal,
meresmikan 10 gerai baru di lima kota sepanjang Juni 2026 dan merekrut
120 barista dari komunitas setempat. Ekspansi ini menjadikan total gerai
perusahaan mencapai 38 titik di Pulau Jawa.

Seluruh gerai baru memasok 70% biji kopinya dari 24 petani mitra di Jawa
Barat, naik dari 45% pada tahun sebelumnya.

"Kami ingin pertumbuhan kami ikut menumbuhkan petani dan barista di
sekitarnya," kata Maya Putri, Pendiri Kopi Nusantara.

Gerai baru beroperasi bertahap dari Juni hingga Agustus 2026.

Tentang Kopi Nusantara
Kopi Nusantara adalah jaringan kedai kopi yang berdiri pada 2021 dan
berfokus pada biji kopi single-origin dari petani Indonesia.

Kontak Media:
Rani Wijaya · Humas Kopi Nusantara
[email protected] · 0812-0000-0000

###

Kesalahan umum yang harus dihindari

Sebagian besar rilis yang diabaikan tersandung di hal yang sama. Hindari delapan jebakan ini.

  1. Tidak ada news angle. Rilis hanya iklan yang dipanjangkan. Tanpa alasan publik untuk peduli, redaksi langsung melewatinya.
  2. Inti tenggelam. Pembaca harus sampai paragraf keempat untuk tahu beritanya. Naikkan inti ke kalimat pertama.
  3. Judul penuh jargon atau click-bait. Istilah pemasaran yang muluk atau judul yang menjebak justru menurunkan kepercayaan redaksi.
  4. Kutipan klise. “Kami sangat senang dan bangga mempersembahkan…” tidak menambah informasi. Buat kutipan yang punya isi.
  5. Superlatif tanpa bukti. “Terbaik”, “revolusioner”, “nomor satu” · semua butuh data. Tanpa angka, ini sekadar klaim.
  6. Nol angka. Naskah penuh klaim tetapi tidak ada satu pun data yang bisa diverifikasi atau dikutip.
  7. Lupa kontak media. Jurnalis tertarik tetapi tidak tahu harus menghubungi siapa, lalu beralih ke rilis lain.
  8. Terlalu panjang atau menumpuk topik. Lebih dari 800 kata atau beberapa pengumuman dalam satu rilis membuat fokus hilang. Pisahkan.

Checklist sebelum kirim

Lewati daftar singkat ini sebelum menekan tombol kirim.

  • Ada satu news angle jelas yang bisa dijelaskan dalam satu kalimat
  • Lead menjawab 5W1H pada dua sampai tiga kalimat pertama
  • Disusun piramida terbalik: penting lebih dulu, rinci kemudian
  • Ada satu sampai dua kutipan narasumber yang manusiawi
  • Klaim utama didukung angka atau data
  • Ada paragraf boilerplate “Tentang [Perusahaan]”
  • Kontak media lengkap: nama, jabatan, email, telepon
  • Panjang 400–800 kata dan fokus pada satu topik
  • Foto utama 1920×1080 (lanskap) sudah disiapkan
  • Bebas typo, jargon berlebih, dan superlatif tanpa bukti
  • Ada penanda akhir (###)

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa panjang ideal press release?

Idealnya 400–800 kata atau sekitar satu halaman. Cukup untuk menjelaskan 5W1H plus satu sampai dua kutipan, tanpa membuat redaksi lelah. Naskah yang lebih panjang biasanya menandakan ada dua topik yang sebaiknya dipisah.

Apa beda press release, advertorial, dan berita?

Press release ditulis perusahaan dan dikirim ke media dengan harapan diliput · gratis bagi redaksi. Advertorial adalah iklan berbayar yang dikemas seperti artikel dan diberi label “bersponsor”. Berita ditulis dan diverifikasi oleh jurnalis secara independen.

Press release sama dengan siaran pers?

Ya, sama. “Press release” adalah istilah Inggris dan “siaran pers” adalah padanan Indonesianya · keduanya merujuk pada pengumuman resmi tertulis yang dikirim ke media. Sebagian orang juga menyebutnya “press rilis”.

Apakah wajib menyertakan foto?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Satu foto utama beresolusi 1920×1080 (lanskap) meningkatkan peluang dilirik dan tampil lebih baik di hasil pencarian serta media sosial.

Berapa kutipan yang sebaiknya ada?

Satu sampai dua kutipan sudah cukup, dari narasumber yang relevan dan kredibel · misalnya pendiri, direktur, atau mitra. Terlalu banyak kutipan membuat naskah terasa seperti notula rapat, bukan berita.

Setelah naskah jadi, bagaimana cara menyebarkannya?

Anda bisa mengirim langsung ke kontak redaksi yang relevan, atau memakai layanan distribusi seperti Pusat Rilis agar rilis tayang permanen di halaman ber-SEO dan berpotensi diliput media partner.

Naskah Anda sudah siap?

Distribusikan lewat Pusat Rilis · tayang permanen di halaman ber-SEO milik Anda di pusatrilis.com, dan rilis yang layak berita berpotensi diliput media partner. Bayar hanya setelah naskah disetujui redaksi.