PUSATRILIS
Menu
Panduan

Cara Membuat Press Release Peluncuran Produk

Peluncuran produk adalah alasan paling umum perusahaan membuat press release, sekaligus yang paling sering gagal karena terbaca seperti iklan. Panduan ini menunjukkan cara menemukan news angle, menyusunnya, plus contoh siap-tiru.

Oleh Redaksi Pusat RilisDiperbarui 13 Juni 2026≈ 6 menit baca

Produk baru terasa besar bagi pembuatnya, tetapi bagi redaksi ia hanya menarik kalau menjawab satu pertanyaan: apa yang baru atau berdampak bagi publik? Press release produk yang berhasil menjual cerita, bukan barang. Belum paham struktur dasarnya? Baca dulu panduan cara membuat press release.

Elemen wajib press release produk

  1. Judul. Sebutkan produk + manfaat atau hal yang baru, bukan sekadar "Perusahaan X Luncurkan Produk Y". Idealnya ada hasil atau angka.
  2. Lead 5W1H. Apa produknya, siapa pembuatnya, kapan tersedia, untuk siapa, dan masalah apa yang dipecahkan, dalam 2 sampai 3 kalimat.
  3. Masalah yang dipecahkan. Jelaskan kebutuhan atau masalah nyata yang dijawab produk. Ini yang membuat produk jadi berita, bukan brosur.
  4. Bukti dan data. Hasil uji coba, angka, atau diferensiasi yang bisa diverifikasi. Ganti kata sifat dengan fakta.
  5. Ketersediaan dan harga. Kapan, di mana, dan berapa. Informasi praktis yang sering dilupakan tetapi paling dicari pembaca.
  6. Kutipan + boilerplate + kontak. Kutipan soal motivasi atau makna produk, paragraf tentang perusahaan, dan kontak media untuk follow-up.

Lima langkah membuatnya

1. Temukan news angle, bukan fitur

Tanyakan "kenapa publik harus peduli?". Jawabannya bukan daftar fitur, tetapi masalah yang dipecahkan, hal pertama, atau dampak nyata. Tanpa angle, rilis terbaca seperti iklan.

2. Tulis lead yang menjawab 5W1H

Letakkan inti di kalimat pertama: produk apa, dari siapa, kapan tersedia, dan untuk siapa. Hindari membuka dengan sejarah panjang perusahaan.

3. Jelaskan masalah dan buktinya

Setelah lead, tunjukkan kebutuhan yang dijawab dan dukung dengan data: hasil uji, angka pengguna awal, atau pembeda konkret dari yang sudah ada. Sebut sumber bila relevan.

4. Cantumkan ketersediaan dan harga

Sebutkan kapan dan di mana produk bisa didapat, serta harga atau model harganya. Bila belum bisa sebut angka, jelaskan jadwal atau cara mendaftar.

5. Sunting agar tidak terdengar seperti iklan

Buang superlatif tanpa bukti ("terbaik", "revolusioner"), pangkas jargon, dan pastikan satu kutipan terdengar manusiawi. Target 400 sampai 800 kata.

Contoh (ilustrasi)

Berikut contoh press release peluncuran produk. "Tani Pintar" dan "SawahApp" fiktif, dipakai untuk ilustrasi. Butuh contoh jenis lain? Lihat kumpulan contoh press release.

UNTUK DISIARKAN SEGERA

Tani Pintar Luncurkan SawahApp, Aplikasi Pemantau Lahan untuk Petani Kecil
Fitur cuaca dan pengingat tanam dirancang untuk lahan di bawah satu hektare

SURABAYA, 13 Juni 2026 · Tani Pintar hari ini meluncurkan SawahApp, aplikasi
gratis yang membantu petani memantau cuaca, jadwal tanam, dan harga komoditas
dari satu layar. Aplikasi sudah dapat diunduh di Android mulai hari ini.

Banyak petani kecil kehilangan hasil panen karena salah memperkirakan waktu
tanam. SawahApp menjawab masalah itu dengan pengingat berbasis data cuaca lokal.

Pada uji coba enam bulan bersama 300 petani di Jawa Timur, pengguna melaporkan
penghematan waktu perencanaan tanam rata-rata dua jam per minggu.

"Kami membangun SawahApp dari keluhan paling sederhana: petani ingin tahu kapan
menanam tanpa menebak," kata Andi Saputra, Pendiri Tani Pintar.

SawahApp tersedia gratis di Google Play. Fitur lanjutan untuk koperasi tani
menyusul pada akhir 2026.

Tentang Tani Pintar
Tani Pintar adalah perusahaan teknologi pertanian asal Surabaya yang berdiri
pada 2023 dan fokus pada alat digital untuk petani skala kecil.

Kontak Media:
Dwi Lestari · Komunikasi Tani Pintar
[email protected] · 0812-1111-2222

###

Kesalahan umum

  1. Menjual, bukan memberitakan. Penuh kata "terbaik" dan ajakan beli, tanpa news angle. Redaksi langsung mengenali ini sebagai iklan.
  2. Daftar fitur tanpa manfaat. Menyebut spesifikasi tetapi tidak menjelaskan masalah apa yang dipecahkan untuk pengguna.
  3. Lupa ketersediaan dan harga. Pembaca tertarik tetapi tidak tahu kapan, di mana, atau berapa harganya.
  4. Klaim tanpa bukti. "Pertama di Indonesia" atau "naik pesat" tanpa data atau sumber yang bisa dicek.
  5. Kutipan kosong. "Kami bangga meluncurkan produk ini" tidak menambah nilai. Isi dengan motivasi atau insight.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda press release produk dan iklan?

Press release produk ditulis bergaya berita dengan news angle dan ditujukan ke media dengan harapan diliput (gratis bagi redaksi), sedangkan iklan adalah ruang berbayar yang isinya sepenuhnya Anda kendalikan. Press release menekankan masalah yang dipecahkan, bukan ajakan beli.

Apakah harus mencantumkan harga produk?

Sangat disarankan karena harga adalah informasi yang paling dicari pembaca. Bila harga belum final, sebutkan rentang, model harga, atau jadwal pengumuman dan cara mendaftar.

Berapa panjang ideal press release produk?

Sekitar 400 sampai 800 kata atau satu halaman. Cukup untuk menjelaskan masalah, solusi, bukti, ketersediaan, dan satu kutipan, tanpa membuat redaksi lelah.

Produk saya belum tersedia, boleh rilis lebih awal?

Boleh, dengan jelas menyebut tanggal ketersediaan atau praorder. Untuk peluncuran serentak, Anda bisa memakai embargo, yaitu meminta media tidak menerbitkan sebelum tanggal tertentu.

Produk Anda siap diumumkan?

Distribusikan rilis peluncuran Anda lewat Pusat Rilis: tayang permanen ber-SEO dan berpotensi diliput media partner. Bayar hanya setelah naskah disetujui.