Diperbarui
Bareksa Ventures IPO di BEI Galang Rp 900 Miliar, Oversubscribed 6 Kali
PT Bareksa Ventures Indonesia Tbk resmi tercatat di BEI dengan harga IPO Rp 750/lembar, oversubscribed enam kali. Dana untuk ekspansi platform investasi syariah ke 100 kota.
Diterbitkan oleh PT Bareksa Ventures Indonesia Tbk

Jakarta, 23 Mei 2026 — PT Bareksa Ventures Technology Tbk, platform investasi reksadana, obligasi, dan saham ritel terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pengguna terdaftar, secara resmi mengajukan pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menargetkan penggalangan dana sebesar Rp 900 miliar dengan kisaran harga saham perdana antara Rp 850 hingga Rp 1.050 per lembar, menjadikannya salah satu IPO fintech investasi paling dinantikan pada paruh kedua 2026.
Didirikan pada 2014 di Jakarta, Bareksa Ventures Technology memulai operasional sebagai marketplace reksadana online pertama di Indonesia yang mendapat izin OJK. Dalam dua belas tahun perjalanannya, platform ini berkembang menjadi ekosistem investasi lengkap yang mencakup lebih dari 340 produk reksadana dari 48 manajer investasi, obligasi korporasi, Surat Berharga Negara (SBN) ritel, dan portofolio saham terintegrasi. Per akhir April 2026, Bareksa mencatat lebih dari 6,8 juta investor terdaftar dengan nilai aset kelolaan (AUM) mencapai Rp 42 triliun — meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk tiga prioritas utama: 45 persen untuk pengembangan infrastruktur teknologi termasuk pemutakhiran core platform dan peningkatan kapasitas server guna mendukung target 12 juta pengguna pada akhir 2027; 30 persen untuk ekspansi lini produk ke instrumen investasi alternatif seperti reksa dana berbasis aset riil dan produk terstruktur berbasis ESG; serta 25 persen untuk modal kerja operasional dan akuisisi talenta teknologi dan keuangan.
Momentum Pasar Modal dan Proyeksi Pertumbuhan
Langkah Bareksa menuju pasar modal terjadi di tengah momentum positif sektor fintech investasi Indonesia. Data OJK per April 2026 menunjukkan jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 14 juta SID (Single Investor Identification), dengan pertumbuhan investor di bawah usia 30 tahun mencapai 52 persen dari total penambahan tahun ini. Penetrasi investasi digital masih berada di 4,9 persen dari populasi dewasa, jauh di bawah rata-rata ASEAN sebesar 12 persen — menandakan ruang tumbuh yang signifikan.
Bareksa memproyeksikan pendapatan tumbuh 55 persen year-over-year pada tahun fiskal 2027 seiring diluncurkannya fitur robo-advisor generasi ketiga berbasis kecerdasan buatan yang mampu menyesuaikan alokasi portofolio secara real-time berdasarkan profil risiko, horizon investasi, dan kondisi makroekonomi pengguna. Fitur ini dijadwalkan beta-launch pada Q4 2026, tiga bulan setelah IPO ditargetkan efektif. Perseroan juga sedang dalam tahap negosiasi akhir untuk kolaborasi distribusi produk investasi dengan tiga bank BUMN melalui skema embedded finance.
Tentang PT Bareksa Ventures Technology Tbk
PT Bareksa Ventures Technology Tbk adalah platform investasi digital terintegrasi yang berdiri sejak 2014 dan berkantor pusat di Jakarta. Perseroan beroperasi di bawah izin dan pengawasan OJK sebagai Agen Penjual Reksa Dana, Penerbit SBN Ritel Elektronik, dan penyelenggara perdagangan aset keuangan digital. Bareksa melayani lebih dari 6,8 juta investor terdaftar di seluruh Indonesia melalui aplikasi mobile dan platform web, serta telah mendistribusikan lebih dari Rp 180 triliun nilai transaksi kumulatif sejak berdiri. Informasi lebih lanjut tersedia di www.bareksa.com.
Rilis ini didistribusikan via Pusat Rilis.
Publikasikan rilis Anda

