PUSATRILIS
Menu
Energi2 menit baca

Bayu Energi Resmikan PLTB Offshore Pertama Indonesia 200 MW di Selat Madura

PT Bayu Energi Indonesia resmi mengoperasikan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) offshore pertama Indonesia kapasitas 200 MW di Selat Madura, suplai listrik 380 ribu rumah.

Diterbitkan oleh PT Bayu Energi Indonesia

Offshore wind turbines generating clean energy in the ocean breeze.

Surabaya, 30 Mei 2026 — PT Bayu Energi Nusantara mengumumkan dimulainya tahap konstruksi fase pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) lepas pantai (offshore) di Selat Madura, Jawa Timur — proyek angin laut pertama di Indonesia yang memasuki tahap konstruksi aktif. Proyek senilai USD 780 juta ini akan menghasilkan kapasitas terpasang 200 megawatt (MW) yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 280.000 rumah tangga atau setara dengan menonaktifkan dua unit PLTU batubara skala menengah. Sertifikat peletakan tiang pancang perdana ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di hadapan para investor dan pemangku kepentingan.

Bayu Energi Nusantara didirikan pada 2019 sebagai joint venture antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak usaha PLN Energi Primer Indonesia (PLNEPI) dengan kepemilikan 40 persen, konsorsium investor infrastruktur swasta nasional 35 persen, dan Copenhagen Infrastructure Partners (CIP) dari Denmark sebagai mitra teknologi dengan kepemilikan 25 persen. CIP membawa pengalaman dalam lebih dari 4.000 MW kapasitas angin laut terpasang di Eropa, termasuk beberapa proyek offshore terbesar di Laut Utara. Kemitraan ini memastikan transfer teknologi dan know-how konstruksi offshore yang sangat dibutuhkan Indonesia.

Lokasi Selat Madura dipilih setelah survei angin komprehensif selama 36 bulan oleh tim meteorologi Bayu Energi. Kecepatan angin rata-rata di lokasi turbin mencapai 8,2 meter per detik pada ketinggian hub 120 meter — signifikan lebih tinggi dibandingkan lokasi darat terbaik di Indonesia yang rata-rata 6,4 m/s. Turbin yang digunakan adalah model Vestas V174-9.5MW yang dirancang khusus untuk kondisi laut tropis, mampu beroperasi pada suhu ambient hingga 45°C dan tahan korosi salin tinggi. Sebanyak 22 unit turbin akan dipasang dalam konfigurasi dua baris dengan jarak antar-turbin 7 diameter rotor untuk optimalisasi wake effect.

Timeline Konstruksi dan Rencana Ekspansi

Proyek PLTB Selat Madura dijadwalkan beroperasi secara komersial (COD) pada Q4 2028 setelah melewati tiga fase konstruksi: pemasangan pondasi monopile (Q2–Q4 2026), pengiriman dan instalasi turbin dari pabrik Vestas di Denmark (Q1–Q3 2027), dan commissioning serta integrasi ke grid PLN Jawa-Bali melalui kabel bawah laut 150 kV (Q4 2027–Q2 2028). Seluruh produksi listrik dijamin dibeli PLN melalui Power Purchase Agreement (PPA) berdurasi 25 tahun dengan tarif yang disetujui OJK dan Kementerian ESDM.

Keberhasilan fase pertama akan membuka jalan bagi pengembangan fase kedua senilai USD 1,2 miliar dengan kapasitas tambahan 400 MW di lokasi bersebelahan, membawa total kapasitas proyek menjadi 600 MW — menjadikannya kompleks PLTB offshore terbesar di Asia Tenggara. Selain Selat Madura, Bayu Energi sedang melakukan pra-studi kelayakan untuk potensi lokasi offshore di Selat Lombok, Perairan Ternate, dan Laut Timor berdasarkan data angin dari satelit ESA Copernicus yang menunjukkan potensi agregat melebihi 2.000 MW.

Tentang PT Bayu Energi Nusantara

PT Bayu Energi Nusantara adalah perusahaan pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai pertama di Indonesia, didirikan pada 2019 sebagai joint venture antara PLN Energi Primer Indonesia, konsorsium investor infrastruktur nasional, dan Copenhagen Infrastructure Partners. Proyek PLTB Offshore Selat Madura merupakan proyek prioritas nasional dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2025–2030. Kantor pusat berlokasi di Surabaya dengan kantor representasi di Jakarta. Informasi lebih lanjut di www.bayuenergi.id.

BagikanWhatsAppX / TwitterLinkedIn

Rilis ini didistribusikan via Pusat Rilis.

Publikasikan rilis Anda