PUSATRILIS
Menu
Panduan

Cara Membuat Media Kit Perusahaan + Isi Wajibnya

Media kit adalah paket informasi resmi untuk jurnalis: profil, fakta kunci, logo, foto, dan kontak dalam satu tempat. Perusahaan yang punya media kit rapi lebih mudah dan lebih akurat diliput. Panduan ini membahas isi wajib, format, langkah menyusun, dan kesalahan umum.

Oleh Redaksi Pusat RilisDiperbarui 13 Juni 2026≈ 6 menit baca
Meja kerja dengan laptop, kamera, dan foto: bahan media kit
Foto: Rawpixel Ltd · CC BY · via Openverse

Saat jurnalis tertarik menulis tentang perusahaan Anda, mereka bekerja dengan tenggat. Kalau logo, foto, dan fakta dasar harus diminta satu per satu lewat email, momentum liputan sering keburu hilang. Media kit menyelesaikan masalah itu: satu tautan berisi semua yang media butuhkan. Ia pasangan alami dari press release: rilis membawa beritanya, media kit membawa bahan pendukungnya.

Tujuh isi wajib media kit

  1. Profil singkat (boilerplate). Dua sampai empat kalimat tentang perusahaan: bidang, sejak kapan, dan pembedanya. Sama persis dengan boilerplate di press release Anda.
  2. Fact sheet. Satu halaman berisi angka dan fakta kunci: tahun berdiri, lokasi, produk/layanan utama, skala (cabang, karyawan, pengguna) bila boleh dipublikasikan. Cantumkan tanggal pembaruan.
  3. Logo resolusi tinggi. Versi berwarna, hitam, dan putih. Sertakan format vektor (SVG/AI) dan PNG latar transparan, plus aturan singkat pemakaian.
  4. Foto siap pakai. Foto produk, kantor/gerai, dan kegiatan dengan resolusi tinggi (minimal 1920 piksel sisi terpanjang). Jurnalis sering batal memuat karena tidak ada foto layak cetak.
  5. Bio dan foto juru bicara. Nama, jabatan, bio singkat, dan foto potret pendiri atau juru bicara yang boleh dikutip media.
  6. Arsip rilis dan liputan. Tautan press release terbaru dan liputan media sebelumnya (bila ada). Memberi konteks dan bukti kelayakan berita.
  7. Kontak media. Nama PIC, email, dan telepon yang benar-benar dipantau. Kontak mati adalah cara tercepat kehilangan liputan.

Contoh struktur

Susunan sederhana yang bisa langsung Anda tiru untuk folder cloud atau halaman /media:

Struktur folder media kit (contoh)

media-kit-perusahaan/
  01-profil-dan-fact-sheet.pdf
  02-logo/
     logo-warna.svg  ·  logo-putih.png  ·  logo-hitam.png
     panduan-logo.pdf
  03-foto/
     produk-01.jpg  ·  produk-02.jpg  (min. 1920px)
     kantor.jpg  ·  tim.jpg
  04-juru-bicara/
     bio-founder.pdf  ·  foto-founder.jpg
  05-rilis-terbaru/
     tautan press release + liputan media
  kontak-media.txt

Lima langkah menyusunnya

1. Kumpulkan dan rapikan aset dasar

Mulai dari yang sudah ada: logo master, foto terbaik, profil perusahaan, dan data kunci. Buang versi lama agar tidak ada dua kebenaran.

2. Tulis boilerplate dan fact sheet

Boilerplate dua sampai empat kalimat, lalu fact sheet satu halaman berisi fakta yang boleh dikutip. Hanya masukkan angka yang akurat dan siap dipublikasikan, lengkap dengan tanggal pembaruan.

3. Siapkan logo dan foto dalam beberapa format

Logo vektor + PNG transparan dalam varian terang/gelap, foto resolusi tinggi dengan nama file yang jelas. Beri satu dokumen singkat aturan pemakaian.

4. Susun dalam satu tempat yang mudah diakses

Pilihan paling ramah jurnalis: halaman /media di situs Anda, atau folder cloud (dengan akses terbuka lewat tautan) plus PDF ringkas. Satu tautan berisi semuanya.

5. Tautkan dan perbarui berkala

Cantumkan tautan media kit di setiap press release, di footer situs, dan di email pitch. Jadwalkan peninjauan tiap beberapa bulan agar angka dan foto tidak basi.

Kesalahan umum

  1. Foto dan logo resolusi rendah. Aset kecil atau pecah membuat media tidak bisa memakai materi Anda, walau beritanya menarik.
  2. Fact sheet basi. Angka lama tanpa tanggal pembaruan berisiko dikutip salah. Selalu beri tanggal per pembaruan.
  3. File bertebaran. Jurnalis harus meminta satu per satu lewat email. Satukan semua dalam satu tautan.
  4. Kontak generik yang tidak dipantau. Email info@ yang jarang dibuka membuat follow-up jurnalis menguap.
  5. Berlebihan memuji diri. Media kit adalah bahan kerja jurnalis, bukan brosur penjualan. Fakta lebih berguna daripada superlatif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Media kit adalah apa?

Media kit (disebut juga press kit) adalah paket informasi resmi perusahaan untuk jurnalis dan media, berisi profil singkat, fact sheet, logo dan foto resolusi tinggi, bio juru bicara, arsip rilis, serta kontak media. Tujuannya memudahkan media menulis tentang Anda secara akurat.

Apa beda media kit dan press release?

Press release adalah pengumuman satu peristiwa yang sifatnya sekali terbit, sedangkan media kit adalah paket referensi tetap tentang perusahaan yang berlaku jangka panjang dan menemani setiap rilis. Idealnya setiap press release menautkan ke media kit.

Apakah UMKM perlu media kit?

Perlu, dalam versi sederhana: boilerplate, fact sheet satu halaman, logo dan beberapa foto bagus, plus kontak. Justru bagi UMKM, media kit rapi membuat bisnis terlihat profesional dan memudahkan liputan pertama.

Media kit sebaiknya dalam format apa?

Yang paling praktis adalah halaman khusus di situs (misalnya /media) atau folder cloud yang bisa diakses lewat satu tautan, dilengkapi PDF ringkas. Hindari lampiran email berukuran besar.

Media kit siap, saatnya sebar kabar

Lengkapi media kit Anda dengan press release yang tayang permanen ber-SEO di Pusat Rilis. Bayar hanya setelah naskah disetujui redaksi.