Cara Membuat Press Release Event/Acara yang Diliput
Press release event yang baik bukan undangan biasa: ia memberi redaksi alasan untuk datang dan menulis. Panduan ini membahas elemen wajib, langkah membuat, waktu pengiriman yang tepat, plus contoh siap-tiru untuk acara, festival, dan kegiatan kampus.
Setiap hari redaksi menerima banyak undangan acara, dan sebagian besar diabaikan karena ditulis seperti pengumuman internal, bukan berita. Padahal event adalah salah satu momen paling mudah diliput, asal press release-nya menjawab pertanyaan dasar jurnalis. Belum paham struktur dasarnya? Baca dulu panduan cara membuat press release.
Elemen wajib press release event
Selain struktur standar, press release event punya beberapa bagian khusus:
- Judul. Sebutkan nama event + daya tarik utamanya (skala, bintang tamu, atau angka). Hindari judul yang cuma nama acara tanpa konteks.
- Dateline. Kota dan tanggal rilis dikeluarkan, misalnya "BANDUNG, 13 Juni 2026 ·".
- Lead 5W1H event. Apa acaranya, kapan, di mana, siapa penyelenggara/pengisi, dan kenapa layak dihadiri, dalam 2 sampai 3 kalimat.
- Detail acara. Rundown singkat, pembicara/penampil, jumlah peserta yang diharapkan, dan apa yang baru tahun ini.
- Info praktis. Tiket atau gratis, cara registrasi, dan tautan informasi. Jurnalis butuh ini untuk menulis dan pembaca butuh untuk hadir.
- Kutipan penyelenggara. Satu kutipan soal tujuan atau makna acara, bukan basa-basi "kami senang menyelenggarakan".
- Boilerplate + kontak media. Tentang penyelenggara + nama, email, telepon kontak yang bisa dihubungi untuk akreditasi atau wawancara.
Lima langkah membuatnya
1. Pastikan ada news angle, bukan sekadar undangan
Cari apa yang membuat acara ini layak berita: pertama kali digelar, skala besar, isu yang relevan, tokoh penting, atau dampak ke masyarakat. Acara rutin tanpa sudut baru sulit menarik liputan.
2. Tulis lead dengan tanggal, tempat, dan daya tarik
Letakkan informasi paling penting di kalimat pertama: nama acara, tanggal, tempat, dan satu alasan kuat untuk peduli. Jurnalis memutuskan lanjut atau tidak dari lead.
3. Jabarkan detail acara secara ringkas
Tambahkan rundown singkat, pengisi acara, skala (jumlah peserta), dan apa yang berbeda tahun ini. Pakai angka konkret bila ada, bukan kata sifat seperti "meriah".
4. Cantumkan info praktis dan cara meliput
Sebutkan tiket atau gratis, cara registrasi, lokasi detail, dan kontak untuk akreditasi media. Permudah jurnalis untuk hadir dan menulis.
5. Kirim pada waktu yang tepat
Untuk pra-acara, kirim beberapa hari sampai 1 minggu sebelum hari-H agar masuk perencanaan liputan. Bila ingin liputan hasil acara, siapkan rilis pasca-acara dengan foto dan angka kehadiran pada hari yang sama.
Contoh (ilustrasi)
Berikut contoh press release acara. "Festival Kuliner Nusantara" dan penyelenggaranya fiktif, dipakai untuk ilustrasi. Butuh contoh jenis lain? Lihat kumpulan contoh press release.
UNTUK DISIARKAN SEGERA Festival Kuliner Nusantara 2026 Hadirkan 80 UMKM Makanan di Bandung Acara dua hari gratis untuk umum, fokus pada kuliner daerah langka BANDUNG, 13 Juni 2026 · Komunitas Kuliner Bandung menggelar Festival Kuliner Nusantara 2026 pada 27 sampai 28 Juni 2026 di Lapangan Gasibu, menghadirkan 80 pelaku UMKM makanan dari 15 daerah. Acara terbuka untuk umum tanpa tiket masuk. Tahun ini festival menambah zona khusus kuliner daerah yang mulai langka, dengan 20 sesi demo masak bersama juru masak lokal. "Kami ingin festival ini jadi panggung bagi UMKM kuliner daerah, bukan sekadar bazar makanan biasa," kata Sari Dewi, Ketua Panitia. Pengunjung dapat hadir langsung tanpa registrasi. Jadwal demo masak tersedia di kanal media sosial acara. Tentang Komunitas Kuliner Bandung Komunitas Kuliner Bandung adalah perkumpulan pelaku usaha kuliner yang berdiri pada 2022 dan rutin menggelar acara pemberdayaan UMKM makanan. Kontak Media: Rangga Pratama · Humas Festival [email protected] · 0812-3333-4444 ###
Kesalahan umum
- Hanya menyebut nama acara di judul. Tanpa daya tarik (skala, tokoh, angka), judul tidak memberi alasan untuk dibuka.
- Lupa info praktis. Tanggal, tempat, tiket, dan cara registrasi hilang, padahal itu yang dicari pembaca dan jurnalis.
- Kirim terlalu mepet. Mengirim H-1 untuk acara besar membuat redaksi tidak sempat merencanakan liputan.
- Kutipan klise. "Kami sangat senang menyelenggarakan acara ini" tidak menambah informasi. Isi dengan tujuan atau makna acara.
- Klaim tanpa angka. "Dihadiri ribuan orang" tanpa dasar. Pakai estimasi yang masuk akal atau angka panitia.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan waktu terbaik mengirim press release event?
Untuk liputan pra-acara, kirim beberapa hari hingga satu minggu sebelum hari-H supaya redaksi sempat merencanakan. Untuk liputan hasil acara, kirim rilis pasca-acara di hari yang sama dengan foto dan angka kehadiran.
Apa beda press release event sebelum dan sesudah acara?
Rilis pra-acara mengajak hadir atau meliput: fokus pada tanggal, tempat, dan daya tarik. Rilis pasca-acara melaporkan hasil: jumlah peserta, momen penting, kutipan, dan foto. Banyak acara memakai keduanya.
Apakah perlu menyertakan foto?
Sangat disarankan. Untuk pra-acara, sertakan poster atau foto edisi sebelumnya; untuk pasca-acara, foto dokumentasi beresolusi tinggi (idealnya 1920x1080) sangat meningkatkan peluang dimuat.
Press release event kampus apakah sama?
Prinsipnya sama. Untuk acara kampus, perkuat news angle yang relevan untuk publik (mis. riset, dampak sosial, atau jumlah peserta) agar menarik media di luar lingkungan kampus.
Acara Anda siap diumumkan?
Distribusikan rilis acara Anda lewat Pusat Rilis: tayang permanen ber-SEO dan berpotensi diliput media partner. Bayar hanya setelah naskah disetujui.