AlamSwalayan dan TitikPasar Merger, Bentuk Jaringan Ritel Modern 800+ Gerai
PT AlamSwalayan Indonesia dan PT TitikPasar Sejahtera sepakat merger via stock-for-stock swap, membentuk jaringan ritel modern dengan 820 gerai di 64 kota.
Diterbitkan oleh PT AlamSwalayan Indonesia

Jakarta, 28 Mei 2026 — PT Alam Swalayan Nusantara dan PT TitikPasar Ritel Indonesia secara resmi menyelesaikan proses merger senilai Rp 2,1 triliun untuk membentuk entitas gabungan bernama PT AlamTitik Ritel Nusantara — jaringan ritel kebutuhan harian (convenience store dan minimarket) dengan total 800 gerai aktif yang tersebar di 47 kabupaten/kota di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Merger ini menjadikan AlamTitik ritel jaringan kebutuhan harian terbesar di luar Pulau Jawa berdasarkan jumlah gerai, melampaui jaringan regional kompetitor terdekat yang memiliki 320 gerai.
PT Alam Swalayan Nusantara memulai operasional pada 2009 di Medan sebagai jaringan minimarket modern yang memasarkan produk lokal Sumatera dengan konsep "Produk Lokal Terdepan" — menyediakan 40 persen produk dari UMKM dan produsen lokal di setiap gerai. Jaringan ini berkembang organik menjadi 420 gerai di 22 kabupaten/kota Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. PT TitikPasar, didirikan pada 2015 di Balikpapan, mengoperasikan 380 gerai convenience store format mini dengan layanan 24/7 di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, dengan differensiasi utama pada layanan pembayaran digital terintegrasi (QRIS, transfer bank, bayar tagihan).
Sinergi merger AlamTitik menciptakan nilai konkret di tiga dimensi. Pertama, skala pengadaan: gabungan volume pembelian 800 gerai memberikan posisi negosiasi yang jauh lebih kuat dengan pemasok nasional, dengan proyeksi penghematan biaya pengadaan 8–12 persen atau Rp 180–270 miliar per tahun. Kedua, infrastruktur logistik komplementer: 4 gudang distribusi Alam di Sumatera dan 3 gudang TitikPasar di Kalimantan-Sulawesi akan diintegrasikan menjadi jaringan distribusi yang mampu menopang target 1.500 gerai pada 2029. Ketiga, teknologi: sistem manajemen toko digital TitikPasar akan di-rollout ke seluruh gerai Alam yang sebelumnya masih menggunakan sistem POS konvensional.
Strategi Ekspansi dan Integrasi Teknologi
Pasca-merger, AlamTitik akan mengeksekusi program tiga tahun yang mencakup: pembukaan 700 gerai baru dengan target 1.500 total pada akhir 2029; modernisasi seluruh 420 gerai eks-Alam dengan sistem POS berbasis cloud dan integrasi QRIS; peluncuran program loyalitas terpadu "AlamTitik Rewards" yang terintegrasi dengan super-app mitra finansial; serta ekspansi merek private label "Nusantara Daily" yang kini mencakup 180 SKU dan ditargetkan menjadi 450 SKU pada 2027 untuk meningkatkan margin kotor.
Dari sisi penguatan produk lokal — warisan DNA Alam Swalayan — AlamTitik berkomitmen mempertahankan minimal 35 persen produk dari pemasok lokal dan UMKM di setiap gerai. Program "Pojok Lokal" akan dihadirkan di 500 gerai utama pada 2027, memberikan ruang display premium untuk produk UMKM terkurasi dari provinsi setempat. Inisiatif ini sejalan dengan program Bangga Buatan Indonesia Kementerian Perdagangan dan diperkirakan akan memberikan akses distribusi kepada 3.200 UMKM baru yang sebelumnya kesulitan menembus rak ritel modern.
Tentang PT AlamTitik Ritel Nusantara
PT AlamTitik Ritel Nusantara adalah jaringan ritel kebutuhan harian hasil merger PT Alam Swalayan Nusantara dan PT TitikPasar Ritel Indonesia, dengan 800 gerai aktif di 47 kabupaten/kota di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Entitas gabungan ini merupakan ritel jaringan terbesar di luar Pulau Jawa dengan target 1.500 gerai pada 2029. Berkantor pusat di Jakarta dengan pusat operasional regional di Medan, Balikpapan, dan Makassar. Informasi lebih lanjut di www.alamtitik.id.
Rilis ini didistribusikan via Pusat Rilis.
Publikasikan rilis Anda

