Mitra Mobilitas Tambah 500 Charging Station EV di 25 Kota Sebelum 2027
PT Mitra Mobilitas Indonesia umumkan ekspansi infrastruktur 500 charging station EV (publik + mall + rest area) di 25 kota, total investasi Rp 450 miliar.
Diterbitkan oleh PT Mitra Mobilitas Indonesia

Jakarta, 26 Mei 2026 — PT Mitra Mobilitas Listrik Indonesia mengumumkan penyelesaian pemasangan charging station ke-500 dalam jaringan pengisian kendaraan listrik (EV) yang dikelolanya, menjadikannya operator SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) swasta dengan jaringan terluas di Indonesia. Pencapaian ini dicapai dalam 28 bulan operasional sejak peluncuran SPKLU pertama pada Januari 2024, melampaui target awal yang menetapkan 500 unit pada akhir 2027. Jaringan ini tersebar di 25 kota dari Banda Aceh hingga Makassar, mencakup 94 titik rest area tol, 87 pusat perbelanjaan, 142 hotel dan perkantoran, serta 177 lokasi residensial.
Mitra Mobilitas Listrik Indonesia berdiri pada 2023 sebagai perusahaan patungan antara konsorsium pengusaha energi nasional dengan Shell E-Mobility Ventures sebagai mitra teknologi. Shell berkontribusi pada standar desain dan manajemen operasional yang telah terbukti di lebih dari 30.000 charging point yang dikelola di Eropa dan Asia, termasuk sistem monitoring real-time, manajemen antrian digital, dan protokol keamanan listrik tegangan tinggi. Mitra Mobilitas mengadaptasi standar ini untuk kondisi iklim tropis Indonesia, termasuk modifikasi enclosure unit untuk resistansi terhadap hujan lebat dan suhu ambient tinggi.
Jaringan 500 SPKLU Mitra Mobilitas menawarkan tiga tipe pengisian: Standard AC (7 kW, waktu pengisian penuh 6–8 jam, tarif Rp 1.650/kWh), Fast Charging DC (50 kW, pengisian 80 persen dalam 45 menit, tarif Rp 2.500/kWh), dan Ultra Fast Charging DC (150 kW, pengisian 80 persen dalam 15 menit, tarif Rp 3.200/kWh). Tipe Ultra Fast tersedia di 38 lokasi premium (rest area tol utama dan hotel bintang empat-lima). Semua tipe charging mendukung protokol universal CCS2 dan CHAdeMO, kompatibel dengan seluruh merek EV yang beredar di Indonesia.
Target 2.000 SPKLU pada 2028 dan Ekspansi EV Hub
Pencapaian 500 unit hanyalah fondasi. Mitra Mobilitas mengumumkan target ekspansi agresif menuju 2.000 SPKLU aktif pada akhir 2028, dengan fokus penetrasi ke Kalimantan Timur (mendukung ekosistem EV di sekitar Ibu Kota Nusantara), Bali (mendukung pariwisata ramah lingkungan), dan kota-kota tier-2 seperti Semarang, Yogyakarta, Denpasar, dan Banjarmasin. Untuk mendanai ekspansi ini, Mitra Mobilitas memanfaatkan fasilitas pembiayaan hijau Rp 1,8 triliun dari sindikasi Bank BNI, Bank Mandiri, dan DBS Indonesia yang diteken pada Maret 2026.
Di luar bisnis SPKLU konvensional, Mitra Mobilitas sedang mengembangkan konsep "EV Hub" — fasilitas pengisian terintegrasi yang menggabungkan ultra fast charging (10–20 unit), area tunggu premium, kafe, konektivitas WiFi berkecepatan tinggi, dan layanan minor vehicle check. Dua pilot EV Hub pertama dijadwalkan beroperasi di rest area KM 88 Tol Jakarta-Cikampek dan rest area Tol Cipularang KM 148 pada Q2 2027. Data dwell time pengguna SPKLU fast charging menunjukkan rata-rata 35 menit, waktu yang cukup untuk menjustifikasi layanan premium yang akan meningkatkan revenue per lokasi secara signifikan.
Tentang PT Mitra Mobilitas Listrik Indonesia
PT Mitra Mobilitas Listrik Indonesia adalah operator jaringan SPKLU terbesar di Indonesia dengan 500 titik pengisian aktif di 25 kota. Berdiri pada 2023 sebagai perusahaan patungan dengan Shell E-Mobility Ventures, Mitra Mobilitas menyediakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik standar internasional yang kompatibel dengan semua merek EV. Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan berkomitmen mendukung target pemerintah Indonesia 2 juta unit EV di jalan raya pada 2025. Lokasi SPKLU dan ketersediaan real-time tersedia melalui aplikasi Mitra Charge di App Store dan Google Play.
Rilis ini didistribusikan via Pusat Rilis.
Publikasikan rilis Anda

